Rabu, 25 November 2009

Ditemukan, Ribuan Makhluk Aneh!?


Jakarta - Peneliti telah menemukan ribuan spesies yang belum pernah diketahui sebelumnya. Binatang ini hidup dari belerang dan metana atau memecah minyak. 

Sebanyak 17.650 spesies yang menakjubkan berhasil diungkap. Penemuan makhluk aneh itu melalui kamera yang diderek jauh di dasar laut, sonar dan teknologi lainnya. 

Makhluk aneh itu terdiri dari kepiting hingga udang cacing yang hidup di dunia dingin dan gelap, 5 km di bawah ombak laut. 

Kebanyakan dari makhluk-makhluk ini beradaptasi dari makanan dari kotoran yang berasal dari lapisan atas yang diterangi matahari. 

Sementara yang lain hidup dari belerang dan metana, atau bakteri yang memecah minyak, atau dari tulang-tulang paus yang mati tenggelam dan makanan tidak masuk akal lainnya. 

Para ilmuwan telah menginventarisasi sekitar 17.650 spesies yang hidup lebih dalam dari 200 meter, di tepi kegelapan, di mana sinar matahari tidak lagi menembus. Jumlah ini termasuk 5.722 spesies di kedalaman 1.000 meter.

"Biasanya kedalaman laut dipandang sebagai sesuatu yang dianggap terlalu jauh, seperti sebuah lubang, padang pasir, gurun, tetapi apa yang kita temukan dalam pekerjaan kita adalah bahwa terdapat keragaman spesies yang luar biasa di sana, sering kali dengan adaptasi yang kita belum kita mengerti,” kata peneliti Robert Carney dari Louisiana State University, pemimpin bersama Continental Margin Ekosistem.

Sabtu, 24 Oktober 2009

Ditemukan, Cincin Hantu Saturnus


Para astronom telah menemukan cincin Saturnus baru yang sangat besar dan menyebar serta terletak jauh melampaui sisa lingkaran planet. Para peneliti mengatakan cincin baru itu terdiri dari puing-puing bekas tabrakan yang dikeluarkan dari bulan Saturnus Phoebe.

Penemuan baru ini juga memecahkan teka-teki tentang penampakan bulan bermuka dua Saturnus, Iapetus yang salah satu sisinya sangat gelap.

Cincin tersebut menjadi cincin terbesar yang ada di tata surya, dengan lingkar dalam sebesar 3,7 juta mil dan lingkar luar sebesar 7,4 juta mil.

Diameternya setara dengan 300 planet Saturn yang berbaris dari satu sisi ke sisi lainnya. Dan seluruh volumenya dapat menyimpan satu miliar bumi. "Ini adalah salah satu cincin super besar,"kata Anne Verbiscer, salah satu penulis dari studi yang dipublikasikan dalam Nature.

Cincin memiliki kemiringan orbit yang sama seperti bulan ke duanya Phoebe yaitu, pada sudut 27 derajat dari cincin utama Saturnus. Ini tentu menjadi salah satu faktor yang mendukung teori, bahwa Phoebe mengeluarkan debu cincin.

Penemuan ini akan memecahkan misteri yang telah berlangsung lama tentang ilmu planet yaitu mengapa berbentuk kenari Iapetus memiliki dua warna kulit, dengan satu sisi bulan secara signifikan lebih gelap dari yang lain.

"Ini dasarnya tabrakan. Partikel-partikel memukul Iapetus seperti serangga di kaca depan," kata Verbiscer.

Studi tentang materi gelap Iapetus telah menunjukkan bahwa komposisinya mirip